Ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi kita semua. Apalagi bagi pengusaha kain, baju, makanan, minuman, dan tetek bengek yang selalu ada di bulan suci ini. Tapi bagi pengusaha lain, Ramadhan adalah bulan puasa. Dimana kita diuji dalam mental dan modal. Satu sisi kinerja karyawan menurun karena tidak adanya asupan nasi, dilain sisi mereka menuntut gaji lebih untuk memenuhi kebutuhan lebarannya.
Sebuah kesadaran akan makna ramadhan harus kita tanamkan dalam mental pengusaha kita. Karyawan yang biasanya menghasilkan jutaan setiap harinya, kini mereka menghasilkan di bawah rata-rata. Tapi pengusaha harus mengeluarkan gaji di atas rata-rata. Kemana pengusaha harus mencari slegrengan pundi-pundi rupiah untuk mengisi target pengeluaran.
Bahkan tahun ini mungkin sebagian pengusaha benar-benar di ambang kekalutan. Musim masuk sekolah dan lebaran membaur menjadi satu dalam besarnya kebutuhan. Pengusaha alat tulis dan seragam serta bakul pendidikan bersatu meningkatkan omset penjualan.
Mungkinkah di bulan puasa ini kita tidak mampu meningkatkan omset atau bahkan memperlebar jaringan usaha..??? Sekarang saatnya kita evaluasi dari segi management, kualitas, dan kinerja seluruh aspek penunjang usaha kita. Dan ketika titik point itu ketemu, nilai puasa bukan hanya menjaga diri dari nafsu duniawi. Tapi juga menjaga diri dari membuka cabang yang berlebih. Karena omset dan pemasukan akan terus berkembang sesuai bertambahnya detik-detik kita puasa.
So....
Apa nilai Ramadhan bagi pengusaha seperti anda...?????
Next
« Prev Post Previous
Next Post »
« Prev Post Previous
Next Post »
