Amankah Belanja Online?

"Gak perlu keluar rumah datangi tokonya barang pesanan dah nyampe di rumah" begitulah yang terlintas di pikiran kebanyakan orang jika ditanya kelebihan dari belanja online. Sifatnya yang mobile yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan, tinggal klik di smartphone semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan cepat. Lebih cepat dari belanja dan transaksi tradisional -keluar rumah, naik kendaraan menuju toko, mencari produk yang diinginkan, ke toko lain untuk perbandingan harga sampai mendapat harga termurah, transaksi jual beli, pulang naik kendaraan menuju rumah. Itupun hanya dapat dilakukan pada saat jam buka toko yang rata-rata terbuka hanya sampai jam 9 malam.

Sebelum membahas lebih jauh, definisi dari belanja online atau belanja daring menurut situs Wikipedia adalah kegiatan pembelian barang dan jasa melalui media internet. Ada yang mengibaratkan bahwa belanja online sama dengan istilah membeli kucing dalam karung yang artinya kita melihat barang yang dijual, tapi tidak bisa dipegang, padahal untuk membeli suatu barang kita harus benar-benar jeli tentang keadaan dan kualitas barang yang akan dibeli. Keadaan ini diperparah dengan banyaknya modus penipuan yang dengan segala motif berusaha untuk menipu calon pembeli untuk meraup untung yang lebih besar. 

Dan karena alasan itulah sebagian orang masih ngeri untuk belanja online, tetapi konsumen yang berbelanja secara online tetap meningkat dengan pesat apalagi mendekati musim liburan. Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya penipuan dalam transaksi belanja online. Saat ini sudah semua bank dan banyak toko online yang menyediakan berbagai fasilitas dan fitur-fitur yang menjamin keamanan dalam bertransaksi belanja online tetapi tetap ada saja celah bagi "orang serakah" untuk mengelabui calon konsumen.

Ada beberapa langkah untuk menghindari penipuan dan penjahat dunia maya ketika melakukan transaksi belanja online, pertama sebaiknya lakukan peninjauan atau riset terhadap situs web belanja online (e-commerce) yang dimaksud dengan melihat review dan komentar orang yang telah melakukan transaksi di situs tersebut. Semakin banyak respon positif semakin baik situs tersebut tapi tetap tinjau respon negatif untuk sebagai perbandingan. Kedua cek deskripsi barang yang dijual, jangan mudah tergiur oleh potongan harga yang sangat besar hingga tidak masuk akal. Ketiga pastikan website yang dituju itu aman dengan melihat tanda berupa gambar gembok di status bar browser, biasanya link website yang aman memakai 'https'. Keempat berhati-hatilah kepada setiap email yang masuk yang meminta data pribadi anda berupa ID dan password karena kebanyakan email seperti ini berupa spam, jangan mengisi data pribadi di website yang tidak terjamin keamanannya. Kelima pertimbangkan metode pembayaran, kebanyakan website belanja online meminta transaksi dengan kartu kredit tetapi sebaiknya pertimbangkan juga memakai sistem PayPal atau COD yang lebih aman. Keenam simpan bukti transaksi anda berupa deskripsi barang, harga, tanggal transaksi, salinan email sebagai tanda bukti jika terjadi hal yang tidak diharapkan. Terakhir lengkapi keamanan PC dan smartphone dengan anti spyware dan firewall untuk memblokir spam dan berbagai aktivitas mencurigakan lainnya.

Terlepas dari berbagai sisi negatif, tetap saja belanja online sudah menjadi gaya hidup hampir semua orang saat ini karena fleksibilitasnya dan instan. Jadi jika anda memutuskan untuk belanja online sebaiknya betul-betul cermat dalam melakukan transaksi. Walaupun bisnis belanja online sudah menjamur ke seantaro negara dan daerah, tetap tidak bisa menggantikan perniagaan konvensional: pembeli bertemu penjual, memilih barang dengan teliti, sampai tawar menawar. 

 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »