Kebanyakan pengguna sosial media Facebook secara suka rela memberitahu orang lain tentang informasi personalnya. Foto-foto bersama teman, tanggal lahir, status, tempat tinggal hingga nomor telepon. Para pengguna berpikir bahwa informasi tersebut hanya akan diakses oleh temannya, padahal data yang bersifat pribadi tersebut bisa diakses oleh orang lain dan banyak yang menggunakannya untuk maksud tidak baik.
Untuk itu, bijaklah dalam membeberkan informasi pribadi anda ke dunia maya terutama beberapa informasi berikut:
Nomor telepon. Membagi nomor telepon di Facebook sama saja membuat seluruh teman Facebook mengetahui nomor telepon anda. Bahkan dengan nomor telepon semua orang yang mengetahui nomor tersebut bisa langsung tahu laman Facebook pemilik nomor tersebut. Bukan hal mustahil seseorang bisa berniat tidak baik kepada anda dengan nomor telepon tersebut.
Pekerjaan. Sebaiknya pikir lagi jika ingin mematrikan informasi pekerjaan di Facebook. Sebab, jika ada peretas yang ingin mengganggu sistem kantor tempat anda bekerja, media sosial akan menjadi "lahan subur" utama yang diutak-atik. Informasi di media sosial yang berkaitan dengan perusahaan yang hendak diretas bisa berpotensi terkena dampak peretasan. Untuk menghindari risiko tersebut, segera hapus informasi pekerjaan di Facebook anda.
Alamat rumah. Sama halnya dengan membagi nomor telepon di profil Facebook, membagi alamat rumah juga berpotensi mendatangkan bahaya. Saat membagi gambar atau konten lainnya, alamat yang dipatrikan pada profil bisa saja muncul pada keterangan gambar. Dengan ini, semua orang bisa melacak alamat pengguna dengan mudah. Jika ada yang berniat untuk menguntit, maka informasi personal yang dibagi di Facebook akan sangat berguna baginya.
Informasi Keuangan. Facebook adalah layanan gratis, tapi jejaring sosial ini terkadang masih meminta informasi pembayaran seperti nomor kartu kredit. Sebaiknya pengguna tidak memasukkan informasi tersebut, karena peretas bisa saja membobol keamanan informasi pembayaran tersebut dan mengambil sejumlah uang.
Status hubungan. Meningkatnya kebiasaan "stalking" sejak perkembangan sosial media kian masif seharusnya membuat pengguna Facebook lebih berhati-hati membagi informasi terkait masalah hubungan. Beberapa aplikasi bisa memberitahu seseorang apabila teman Facebook-nya mengganti statusnya menjadi "single". Tentu hal ini bisa dimanfaatkan oleh situs kencan ilegal yang memicu pengguna memiliki koneksi dunia maya yang romantis. Setelah itu, pengguna akan dibujuk untuk mengeluarkan sejumlah uang yang berujung pada penipuan. Jadi sebaiknya tidak usah memasang status hubungan di Facebook.

