Wirausahaan atau Pekerja Kantoran?

Baru lulus kuliah alias fresh graduate adalah saat kritis bagi kebanyakan anak muda yang bimbang mau dibawa kemana tujuan hidup kedepannya. "Fresh from collage" membuat kita sedang "hangat-hangatnya" mencari pekerjaan untuk mendapat uang dan masa depan yang lebih cerah. Inilah saatnya untuk menyusun rencana selanjutnya dari yang sebelumnya sering meminta uang menjadi mencari uang dari keringat sendiri. 

Tapi dilema mendera apabila diberi pilihan untuk melanjutkan hidup; menjadi wirausahaan baik merintis dari awal atau melanjutkan usaha orang tua, atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Tentunya masing-masing pilihan mempunyai konsekuensi yang harus dihadapi, ada banyak kelebihan dan kebanyakan sulitnya juga, sehingga kita sebagai anak muda (termasuk penulis) harus berfikir matang-matang tentang pilihan mematikan ini karena menyangkut masa depan. 

Berbicara soal modal, kedua pilihan membutuhkan modal baik materi dan skill atau keterampilan. Karyawan yang melamar pekerjaan tentunya harus punya skill mumpuni sesuai minat pekerjaannya. Untuk wirausahaan, modal uang dan barang yang dibutuhkan disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dirintis, dan membutuhkan keterampilan dan ilmu dasar tentang usaha tersebut. Sebagai pemula, tentu modal adalah penghambat terbesar untuk memulai usaha, jika tidak memiliki modal yang cukup, kamu bisa mencari pinjaman atau investor yang mau menalangi usahamu. Jika kamu mau menjadi karyawan, asah keterampilanmu dan berlatih komunikasi dengan baik.

Seorang karyawan harus siap mengikuti jam kerja yang telah ditetapkan kantor, kamu tidak mengatur atau mengubah jam kerja yang ada. Semua sudah berjalan sesuai sistem. Melanggar peraturan kantor berarti harus siap dengan pemotongan gaji sampai PHK. Sebaliknya wirausahaan memiliki waktu yang fleksibel, bebas menentukan jam kerjanya sendiri karena dia sendiri adalah bosnya, tetapi fleksibelnya waktu berarti harus siap 24 jam untuk menangani segala masalah berkaitan dengan usahanya yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Dari segi penghasilan, seorang karyawan memiliki gaji yang stabil dan pasti jumlahnya setiap bulannya dan bisa meningkat sesuai jabatan yang diduduki, seorang wirausahaan akan mendapatkan penghasilan yang kecil saat awal-awal membuat usaha, tetapi jika sudah besar dan berkembang bisa mengalahkan gaji seorang karyawan berkali-kali lipatnya. 

Setiap pilihan pasti memiliki resiko. Seorang karyawan menghadapi resiko klasik yaitu PHK dengan berbagai alasan baik performa yang tidak  menguntungkan atau perusahaan sedang bangkrut, seorang wirausahaan menghadapi resiko kerugian apabila usaha sedang lesu. Tidak sedikit yang menjual atau menggadaikan perabotan rumahnya untuk menutupi kerugian yang ada.

Jadi, baik orang kantoran ataupun wirausahaan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Atau kamu bisa melakukan keduanya jika kamu bisa mengatur waktu dengan baik. Sesuaikan minatmu dan jangan lupa agar bekerja dengan sepenuh hati karena seberat apapun pekerjaan yang dilakoni, jika dilakukan dengan penuh cinta semuanya akan terasa ringan. 


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »