Menjadi Pribadi yang Selalu Bersyukur

Manusia begitu mencintai segala bentuk keindahan dunia yang bersifat fana dan tenggelam didalamnya mencari kesenangan untuk memuaskan nafsunya yang seolah-olah tidak akan ada habisnya dan banyak menghabiskan waktu untuk kesenangan dunia, sehingga kehidupan akhirat yang akan menjadi tujuan akhir semua umat manusia terlupakan dan diabaikan. Kesenangan dunia yang terus dicari manusia untuk memenuhi hasrat nafsunya tidak terbatas, jika satu keinginan telah tuntas, maka akan muncul keinginan lain tanpa ada ujungnya. Sehingga tidak jarang ada yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua keinginannya tanpa peduli apakah itu halal atau haram, baik atau buruk, pahala atau dosa, asalkan mendapatkan sebanyak-banyaknya dan hidup senang bergelimang harta.

Keserakahan yang telah mengakar kuat di dalam hati seorang manusia akan menghancurkan pribadi tersebut dan membuat hatinya sekeras batu, maka terdapatlah pribadi yang keras yang tidak mau menerima hikmah dan bebal dengan segala masukan. Rakus tentang segala materi duniawi seakan-akan seluruh isi dunia ini tidak akan cukup untuk memuaskan hasrat keserakahannya.

Kita berlindung dari Allah dari sifat serakah dan tamak yang membuat hati gelap sehingga lupa akan tujuan hidup kita yaitu beribadah kepada Sang Khalik; Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan cara paling manjur untuk melindungi diri dari sifat tersebut yaitu dengan banyak bersyukur atas segala yang telah diberikan kepada kita sebagai makhluk-Nya dari umur panjang hingga rejeki yang tak terhitung jumlahnya.

Bersyukur secara otomatis akan membuat kita semakin dekat dengan Allah dan membuat kita selalu merasa cukup dengan segala nikmat yang telah dilimpahkan dari-Nya baik itu terbilang sedikit bagi kita. Senantiasa bersyukur akan menjauhkan kita dari sifat sombong karena kita sadar bahwa kita tidak memiliki apa-apa kecuali apa yang Allah titipkan kepada kita untuk sementara waktu. Orang yang bersyukur akan merasa tentram dan tidak lagi galau apabila ada keinginannya belum tercapai karena ia meyakini bahwa orang yang senantiasa bersyukur nikmatnya akan ditambahkan, sebaliknya apabila ia kufur maka azab pedih yang menantinya. 

Orang yang senantiasa bersyukur akan diliputi hatinya rasa kasih sayang, dia akan berlaku baik kepada sesama manusia, hewan dan alam sekitarnya. Karena dengan syukur, ia akan sanggup untuk berbagi dan saling melindungi, dan ia tak akan termakan oleh ketamakan karena telah merasa sangat cukup dengan apa yang ia miliki sekarang.

Apabila seseorang merasa susah untuk bersyukur, hendaklah ia melihat orang yang berada dibawahnya dalam urusan duniawi, maka ia akan sadar bahwa alangkah beruntungnya ia masih diberikan nikmat yang orang lain belum tentu dapat merasakan nikmat tersebut. Bagi orang bersyukur, sedikitnya harta tidak membuat kekayaan jiwanya ikut lenyap, bahkan ia masih bisa tersenyum menghadapi getirnya kehidupan berbanding jauh dengan orang yang memiliki segala kemewahan tetapi belum merasakan ketentraman jiwa akibat keserakahannya sendiri. 

Selalu mengingat nikmat yang diterima yang tak terhitung jumlahnya, dengan selalu mengingat sebagian nikmatnya akan mengantarkan kita untuk selalu bersyukur. Biasakan diri untuk mengucapkan syukur 'Alhamdulillah' yang akan mengingatkan kita betapa murah hatinya Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang yang senantiasa memberikan berbagai nikmat tanpa henti padahal terkadang kita kufur terhadap-Nya. 

Mengeluh adalah indikasi bahwa ia kecewa terhadap sesuatu. Sesuatu yang tidak sejalan dengan perkiraan kita menandakan masih ada yang perlu diperbaiki, dan mengeluh tidak akan menyelesaikan masalahnya. Segera melakukan perubahan produktif untuk mendapat hasil yang diinginkan, bahkan lebih baik dari sebelumya jika tidak menuruti diri untuk terus mengeluh dan mengutuk diri sendiri. Subhanallah wal Hamdulillah


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »